Rabu, 18 Januari 2017

scout of skansll

 Foto Siti Khopipah Aliskandar.

Foto Siti Khopipah Aliskandar.
Foto Siti Khopipah Aliskandar.

produksi Skansall

Foto Siti Khopipah Aliskandar.
 Foto Siti Khopipah Aliskandar.
 Foto Siti Khopipah Aliskandar.
Foto Siti Khopipah Aliskandar.
Foto Siti Khopipah Aliskandar.


ekstrakuliler skansall

 


Foto Siti Khopipah Aliskandar.


osis skansall

      Foto Siti Khopipah Aliskandar.   Foto Siti Khopipah Aliskandar.Foto Siti Khopipah Aliskandar.Foto Siti Khopipah Aliskandar.


Foto Siti Khopipah Aliskandar.


Foto Siti Khopipah Aliskandar.

Foto Siti Khopipah Aliskandar.

Foto Siti Khopipah Aliskandar.

  
 
Foto Siti Khopipah Aliskandar.


safety riding

    Definisi Safety Riding yang dikutip dari salah satu sumber mengandung pengertian adalah suatu usaha yang dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara, demi menciptakan suatu kondisi, yang mana kita berada pada titik tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di sekitar kita serta pemahaman akan pencegahan dan penanggulangannya.
Implementasi dari pengertian di atas yaitu bahwa disaat kita mengendarai kendaraan, maka haruslah tercipta suatu landasan pemikiran yang mementingkan dan sangat mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Untuk itu, berangkat dari dasar pemikiran keselamatan tersebut, maka para pengendara haruslah menyadari arti dari 

pentingnya keselamatan, hal ini bisa di contohkan dengan meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya dan berbagai kejadian kecelakaan yang terjadi disebabkan dari berrbagai macam kasus. Walaupun terasa sangat sulit untuk menumbuhkannya, namun pemikiran yang mengutamakan keselamatan tersebut haruslah merupakan kesadaran dari diri sendiri yang terbentuk dan dibangun dari dalam hati dan bertekad untuk melaksanakan segala aktivitas yang mendasar pada Safety Riding. Bila dasar pemikiran Safety Riding (Safety Minded) telah masing-masing dimiliki, maka dengan mudah setiap hal yang berkaitan dengan Safety Riding dapat kita terapkan dimulai dari diri sendiri dan memulainya dari hal-hal yang kecil, karena kesadaran betapa pentingnya suatu kesalamatan diri.

Usaha-usaha itu harus dilakukan secara terus menerus sehingga dapat menjadi Safety Bikers yang mampu :
Menigkatkan kecakapan pengendara dalam mengendarai, agar paham dan mengerti bila berhadapan dengan keadaan darurat yang terjadi di sepanjang perjalanan.
Mencegah kecelakaan kendaraan bermotor melalui pengembangan gaya mengendarai yang baik dan sistematik.
Mengembangkan cara tepat tanggap akan bahaya dan manajemen resiko.
Mencegah bahaya dan resiko yang mungkin terjadi pada situasi jalan dan lalu lintas melalui kewaspadaan pengendara.
Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Point-poin dalam Safety Riding diantaranya :

  • Kelengkapan kendaraan bermotor standard.
  • Kaca spion harus ada 2 buah di kiri dan kanan.
  • Lampu depan, lampu rem, riting kiri-kanan, klakson yang berfungsi.
  • STNK dan SIM selalu siap atau tidak expired.
  • Plat Nomor depan belakang


Tips dan cara mengendari motor dengan baik


Image result for cara berkendara yang baik

TIPS DAN CARA MENGENDARAI SEPEDA MOTOR

  • Jika sudah berada di jalan, jangan menurunkan kaki kanan bila berhenti. Jika dalam posisi macet yang menyebabkan pengendara motor menurunkan kaki, biasakan menggunakan kaki kiri. Bila menurunkan kaki kanan, maka resiko kaki kanan tersambar pengendara lain (motor dan mobil) cukup besar. Pasalnya posisi mendahului dalam lalu lintas di Indonesia berada di sebelah kanan.
  • Ketika hendak jalan, tengok arah belakang guna memastikan apakah ada orang atau sesuatu di belakang kita.
  • Posisi kedua tangan ketika memegang stang dibuat menyudut/menyiku, kedua tangan tidak dalam posisi tegang atau lurus. Dan posisi tubuh dalam keadaan rileks, tidak tegang atau kaku.
  • Menggunakan empat jari ketika mengerem (rem depan). Tidak dianjurkan menggunakan dua jari karena selain tidak maksimal, putaran mesin masih belum berhenti secara full

Menjadi pengendara sepeda motor, yang perlu kita perhatikan di jalan, agar mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas antara lain:

1. Tetap berjalan di jalurnya:

Banyak ditemui gerakan sepeda motor yang seakan mengambil jalur lain saat mendahului, seperti pada gambar di atas. Hal ini cukup berbahaya, karena mobil di belakangnya juga bergerak maju. Bukan tak mungkin pengemudi mobil tak melihat motor tersebut dan memacu kendaraannya lebih cepat dari motor.

Akibatnya motor akan tertabrak (terdorong) mobil di belakangnya. Ini yang banyak tak disadari oleh pengendara motor. Untuk pengendara mobil, gerakan motor seperti di atas sering mengejutkan.

Saran:

Sebaiknya jangan pernah mengandalkan pengendara lain dapat mengantisipasi gerakan kita. Belum tentu pengendara lain melihat, peduli atau mempunyai reaksi/refleks yang bagus atas gerakan kita. Tetaplah mengendarakan motor di jalur yang bagus, tak memotong jalur kendaraan lain.

2. Sabar saat memotong jalur:

Saat berbelok memotong jalur, sering terjadi motor memotong jalur mobil yang juga sedang berbelok.
Akibatnya, motor tertabrak oleh mobil. Kegiatan memotong jalur tersebut sangat berbahaya khususnya jika kebetulan yang dipotong jalurnya tersebut merupakan kendaraan yang tinggi (truk, tronton, bus, dan sebagainya), karena motor tak terlihat oleh si pengemudi.

Sabar:

Sabarlah untuk memberi peluang pada kendaraan yang lebih besar menyelesaikan kegiatan beloknya. Sebaiknya jangan pernah mengandalkan pengemudi mobil/bus/truk melihat keberadaan kita.


3. Tak menyalip dari sisi dalam tikungan

Pada tempat putar balik (U-Turn) maupun di belokan, sebaiknya motor tak menyusul dari sisi dalam, saat ada kendaraan lain (mobil/bus/truk) sedang memutar balik.
Akibatnya, motor akan terjepit oleh trotoar atau pembatas jalan.

SARAN:

Sebaiknya jangan mengandalkan pengendara lain melihat keberadaan kita saat berbelok, karena pengendara lain akan memperhatikan kendaraan lain dari arah lain.
Menyusul dari sisi dalam tikungan / U-Turn, sangat berbahaya.